Produk Dari Desa sudah mulai mengenal ”Live Commerce” Dongkrak Penjualan di Lokapasar

Drs. Samsul Widodo, M.A. (Dirjen PPDT, KemendesaPDT)

Loading

my-desa, BAGAIMANA PRODUK DARI DESA DIJUAL MELALUI “LIVE COMMERCE” SECARA LUAS?

Fenomena perdagangan langsung atau ”live commerce” memberikan pengalaman interaktif jual-beli barang di platform e-dagang sudah mulai dikenal oleh UMKM Desa. Ya walaupun belum banyak.

Kemunculan perdagangan langsung atau live commerce bertujuan memberikan pengalaman interaktif berbelanja kepada konsumen. Keberadaannya terbukti mendongkrak penjualan di platform lokapasar.

Perdagangan langsung atau live commerce merupakan perpaduan video beraliran langsung (streaming) dan perdagangan secara elektronik atau e-dagang. Dalam praktiknya, live commerce menggabungkan pembelian instan produk unggulan dan partisipasi konsumen melalui obrolan atau tombol reaksi.

Live commerce memiliki beberapa tipe. Salah satunya berlangsung di platform lokapasar. Di Indonesia, masyarakat mengenalnya, antara lain, melalui fitur Lazlive, Shopee Live, dan Tokopedia Play. Mengutip blog Alibabanews Indonesia, lebih dari 12.000 akun penjual aktif di LazLive per Mei 2020 atau dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan 2019. Selama April 2020, total pertumbuhan angka transaksi yang dihasilkan melalui LazLive meningkat hingga 45 persen.

Fitur Tokopedia Play yang dirilis sejak 2018, telah memberikan nilai tambah pemasaran bagi mitra penjual di Tokopedia, termasuk UMKM. Mereka bisa berkolaborasi dengan kreator konten sehingga bisa menghasilkan pemasaran yang lebih interaktif dan menarik. Para mitra penjual lokal bisa mendapatkan pendampingan untuk memaksimalkan pemanfaatan fitur Tokopedia Play.

Di antara pemain e-commerce di atas, berdasarkan hasil survei terbaru IPSOS Indonesia sebagai salah satu perusahaan riset pasar terkemuka global, mengungkapkan bahwa dari 3 indikator utama, Shopee Live menjadi fitur live streaming yang paling disukai oleh brand lokal dan UMKM.

Adapun indikatornya antara lain adalah Shopee Live memimpin pada indikator fitur live streaming yang paling populer (Awareness) bagi para brand lokal dan UMKM dengan persentase 96%, diikuti oleh TikTok Live (87%), Lazada Live (71%), dan Tokopedia Play (62%).

Selanjutnya, dalam indikator yang menggunakan pendekatan marketplace yang paling banyak digunakan dalam 3 bulan terakhir bagi para brand lokal dan UMKM untuk menjual/memasarkan produk secara live streaming juga ditemukan Shopee Live (88%) kembali terpilih sebagai saluran utama, diikuti oleh TikTok Live (61%), Lazada Live (35%) dan Tokopedia Play (27%).

Aspek lainnya yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih fitur live streaming untuk berjualan adalah bagaimana platform dapat memberikan pangsa pasar nilai transaksi. Pada indikator Share of Value, mayoritas brand lokal & UMKM memilih Shopee Live (44%), diikuti TikTok Live (28%), Lazada Live (17%), dan Tokopedia Play (12%).

Salah satunya, fenomena live streaming bukan  sekadar tren biasa, melainkan manifestasi nyata dari evolusi perilaku konsumen dan  strategi penjualan online. (ra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *